Total Tayangan Halaman

Rabu, 22 April 2015

PSIKOTERAPI (ARTIKEL 2)

TERAPI HUMANISTIK EKSISTENSIAL (Part 1)


Psikologi telah lama didominasi oleh pendekatan empiris terhadap studi tentan gtingkah laku individu. Banyak ahli psikologi Amerika yang menunjukkan kepercayaan pada definisi-definisi operasional dan hipotesis-hipotesis yang bisa diuji serta memandang usaha memperoleh data empiris sebagai satu-satunya pendekatan yang sahih guna emperoleh informasi mengenai tingkah laku manusia. Di masa lalu tidak terdapat bukti adanya minat yang serius terhadap aspek-aspek filosofis dari konseling dan psikoterapi. Pendekatan esksistensial-humanistik, menekankan renungan-renungan filososfis tentang apa artinyamenjadi manusia yang utuh. Banyak ahli psikologi yang berorientasi eksistensial yang mengajukan argumaen menentang pemabahasan studi tingkah laku manusia pada metode-metode yang digunakan oleh ilmu pengetahuan alam. Sebagai contoh, Bugental (1965), Rogers (1961), Rollo May  (1953, 1958, 1961, 1967, 1969), Frankl (1959, 1963), Jourard (1968, 1971), Maslow (1968, 1970), Arbuckle (1975) yang mengemukakan kebutuhan psikologi akas suatu perspektif yang lebih luas mencakup pengalaman subjektif klien atas dunia pribadinya.
Tujuan dasar banyak pendekatan psikoterapi adalah membantu individu agar mampu bertindak, menerima kebebasan dan tanggung ajwab untuk tindakan-tindakannya. Terapi eksistensial terutama, berpijak pada premis bahwa manusia tidak bisa melarikan diri dari kebebasan dan bahwa kebebasan dan tanggung jawab itu saling berkaitan. Dalam penerapan-penerpan terapeutiknya, pendekatan eksistensial-humanistik memusatkan perhatian pada asumsi-asumsi filosofis yang melandasi terapi. Pendekatan eksistensial-humanistik menyajikan suatu landasan filosofis bagi orang-orang dalam hubungan dengan sesamanya menjadi ciri khas, kebutuhan yang unik dan menjadi tujuan konselingnya, dan yang melalui implikasi-implikasi bagi usaha membantu individu dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan dasar yang menyangkut keberadaan manusia.
Sumber:

Corey, G. (2003). Teori dan Praktek Konseling & Terapi. Bandung: PT Refika Aditama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar