Total Tayangan Halaman

Sabtu, 25 Januari 2014

Psikologi dan Teknologi Internet

Berbagai Hasil Penelitian dan Tekhnik Penelitian Online

  •            Komputer dan Internet Mengubah Ingatan Manusia 

Komputer dan internet mengubah sifat ingatan manusia, demikian kesimpulan penelitian yang dimuat di majalah Science. Penelitian psikologi menunjukkan bahwa jika seseorang diajukan pertanyaan-pertanyaan sulit, mereka akan memikirkan komputer.

Ketika mereka mengetahui bahwa berbagai fakta nantinya akan didapat lewat komputer maka ingatan mereka menjadi tidak begitu baik karena mereka mengetahui dapat mengandalkan sumber lain.

  • Efek Psikologis Facebook bagi Kesehatan Mental 

Beberapa waktu lalu muncul laporan mengenai tanda-tanda orang kecanduan Facebook atau situs jejaring sosial lainnya, misalnya Anda mengubah status lebih dari dua kali sehari dan rajin mengomentari perubahan status teman. Anda juga rajin membaca profil teman lebih dari dua kali sehari meski ia tidak mengirimkan pesan atau men-tag Anda di fotonya.

Laporan terbaru dari The Daily Mail menyebutkan, kecanduan situs jejaring sosial seperti Facebook atau MySpace juga bisa membahayakan kesehatan karena memicu orang untuk mengisolasikan diri. Meningkatnya pengisolasian diri dapat mengubah cara kerja gen, membingungkan respons kekebalan, level hormon, fungsi urat nadi, dan merusak performa mental. Hal ini memang bertolak belakang dengan tujuan dibentuknya situs-situs jejaring sosial, di mana pengguna diiming-imingi untuk dapat menemukan teman-teman lama atau berkomentar mengenai apa yang sedang terjadi pada rekan Anda saat ini.

Kesimpulan:
Jika kita perhatikan, dua penelitian tersebut menjelaskan mengenai dampak negatif dari penggunaan internet. Hal ini dapat terjadi jika kita menggunakan internet secara berlebihan. Seperti penelitian pada nomor 2, dimana internet dapat menyebabkan seseorang kecanduan dalam menggunakan situs jejaring sosial. Secara psikologis, pengguna yang mengalami kecanduan internet biasanya memiliki sifat yang lebih tertutup, karena dia lebih sering berada pada dunianya sendiri dan jarang berinteraksi dengan orang lain. Hal ini tentu saja berdampak pada kehidupan nyata, dimana ia akan menjadi seorang yang lebih mengutamakan kehidupan dalam dunia maya dibandingkan kehidupan nyatanya.

Untuk melihat informasi serupa, silahkan klik:
Tika Oktaviani
Windi Arini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar