Total Tayangan Halaman

Kamis, 25 Desember 2014

SINOPSIS FILM

BILLIONARE

Deskripsi Film:
Film ini menceritakan seorang pemuda bernama TOP, seseorang yang sangat gemar sekali bermain game online sejak duduk di SMA. TOP mengawali karirnya sebagai pembisnis saat ada seorang member game online bernama jack ingin membeli senjata kepada TOP. Awalnya TOP menolak menjual, namun setelah ditawari akan diberi uang sebesar 30 Bath, akhirnya TOP berani menjualnya. Sejak hari itu, TOP semakin sering bermain game baginya games bukanlah permainan saja melainkan mampu dijadikan lahan mencari uang. Semakin lama dia semakin meraup keuntungan yang cukup besar dan mampu mebeli sebuah mobil. Namun kebiasaan TOP yang setiap harinya menghabiskan waktu di kamar bermain game sebenarnya tidak disetujui oleh orang tuanya ditambah lagi bahwa TOP tidak diterima di Universitas Negeri, membuat orang tuanya marah karena TOP seakan-akan tidak menghiraukan pendidikannya.
Suatu ketika, akun games online milinya di hapus oleh admin game online karena dianggap akun TOP telah disalahgunakan. Sejak saat itulah Top mulai beralih ke bisnis lain. Ia pernah mencoba usaha berjualan DVD player tapi gagal, berjualan kacang tapi gagal walau sempat berhasil dan mempunyai banyak pelanggan, berulang kali gagal tentu membuatnya merasa putus asa ditambah saat keluarganya mengalami kebangkrutan dan lebih memilih pindah ke cina. Sedangkan TOP lebih memilih tinggal di Thailand.
Perjuangannya dalam dunia bisnis belum berakhir. Sampai suatu hari ia mendapat ide untuk menjual cemilan rumput laut. Ide tersebut ia dapatkan dari sang kekasih, saat itu kekasihnya memberikan makanan rumput laut sebagai oleh-olehnya dari Rayong. Setelah TOP mencoba rumput laun tersebut, ternyata rasanya sangat enak. Dari situlah, TOP memulai memikirkan bisnis baru yaitu, bisnis makanan rumput laut. TOP berusaha merintis bisnis barunya dengan baik dan dia belajar ke ahlinya untuk membuat rumput laut. Pada awalnya, hasil gorengan rumput laut oleh paman dan TOP tidak ada yang berhasil. Namun, karena suatu kejadian yang dialami oleh pamannya, ada satu bungkus rumput laut yang terkena air. Dari situlah, rumput laut yang digoreng TOP rasanya menjadi enak, ternyata harus dibasahi terlebih dahulu baru digoreng. TOP mulai memproduksi rumput laut tersebut dalam jumlah banyak untuk dijual. Ia menjual daganganya di counter pusat perbelanjaan. Ternyata memang benar, dagangan TOP laku keras.  
Kemudian, TOP mencoba untuk bekerja sama  dengan 7-eleven, ia menawarkan produk rumput lautnya. Namun pertama kali ia datang, produknya ditolak karena dengan alasan kemasan rumput laut TOP tidak layak jual, ukuran rumput lautnya terlalu besar, serta harga jual rumput laut TOP yang juga dirasa cukup besar oleh 7-eleven. TOP tidak menyerah begitu saja, ia mencoba untuk merubah design kemasannya dengan bantuan seorang designer. Ia menamakan produknya dengan nama TAE KEI NOI yang artinya pengusaha muda.
Dengan semangat, ia kembali ke 7-Eleven, namun ia gagal bertemu dengan manager 7-eleven. Akhirnya, TOP memberikan sample produknya kepada satpam penjaga di sana. Dan ternyata produknya diambil oleh beberapa karyawan di gedung itu. Di saat TOP merasa putus asa, tiba-tiba ia di hubungi oleh pihak 7-Eleven karena produknya diterima. TOP sangat senang dan ia segera menandatangani kontrak yang dibuat oleh 7-eleven. Dari salah satu kontrak tersebut menyebutkan bahwa TOP harus memproduksi 72000 kemasan untuk dikirim ke 6000 cabang, tentu saja ia harus memiliki pabrik, karena selama ini ia menggoreng rumput laut hanya di rumah.
Lalu ia teringat keluarganya masih mempunyai sebuah kantor kecil. Maka ia merenovasi kantor tersebut menjadi sebuah pabrik.. Pada akhirnya, kerja keras dan semangatnya berbuah hasil. Ia berhasil merenovasi kantor ayahnya menjadi pabrik dan mempekerjakan beberapa karyawan. Namun pada saat pihak 7-eleven menginspeksi pabrik TOP, 7-eleven merasa pabrik TOP belum memenuhi standart. Lagi-lagi TOP tidak menyerah begitu saja, ia segera menyempurnakan apa saja yang masih kurang dan akhirnya kontraknya disetujui.
Akhirnya, setelah 2 tahun, TOP menuai kerja kerasnya, dia bisa melunasi hutang-hutang kedua orang tuanya. Di usianya 26 tahun, ia berhasil memiliki pendapatan tahun 2010 mencapai sebesar 1.500 juta bath (Rp 450 Miliyar), memiliki 2500 karyawan, mengirim produknya ke 6000 cabang 7-eleven. Mengeskspor camilan rumput lautnya ke 27 negara di dunia, dan memiliki perkebunan rumput laut di Korea Selatan.

Kaitan Film Billionaire dengan Psikologi Manajemen:
Menurut Stoner, manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan, psikologi manajemen adalah ilmu tentang bagaimana mengatur / me-manage sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan. Dalam film tersebut Top Ittipat yang telah berhasil membuat suatu perusahaan rumput laut dapat me-manage para anggota atau para pekerjanya agar terorganisir dengan baik sehingga perusahaan yang dia kelola menjadi suatu perusahaan besar yang terkenal.
Dalam manajemen pemasaran, terdapat strategi dasar yang biasa dilakukan oleh perusahaan dalam memasarkan produknya yang biasa disebut sebagai marketing mix atau bauran pemasaran. Marketing mix ini terdiri dari 4 macam, yakni:
  1. Product, mengacu pada nilai (value) yang terdapat pada produk tersebut, bagaimana produk tersebut memenuhi kebutuhan konsumen, serta penanganan kualitasnya.
  2. Price, mengacu pada harga produk tersebut agar konsumen rela mengorbankan uangnya untuk membeli produk tersebut. Hal ini juga mencakup strategi penentuan harga produk tersebut agar bisa bersaing dengan produk kompetitor.
  3. Place, mengacu pada tempat produk tersebut dipasarkan, bagaimana agar tempatnya bisa dijangkau oleh konsumen.
  4. Promotion, mengacu pada cara mempromosikan produk tersebut agar diterima konsumen dan melakukan pembelian. Promotion ini juga mencakup iklan dan publisitas.
Dalam film tersebut, telah jelas diceritakan bagaimana Top melakukan 4 strategi dasar pemasaran untuk memasarkan produknya. Hal ini dapat dilihat dari:
  1. Product: Strategi ini dapat dilihat dari: Pertama, ketika Top berjualan kacang goreng (chesnut) di sebuah mall, ia mencari resep yang terbaik bagi produk kacangnya agar memiliki cita rasa yang khas dan unik sehingga berbeda dari kacang goreng penjual lainnya. Kedua, strategi ini juga digunakan Top dalam penjualan rumput laut goreng yang ia jual, ia belajar dan berlatih agar rumput laut buatannya terasa enak dan tidak mudah basi jika disimpan untuk beberapa lama.
  2. Price: Strategi ini dapat dilihat ketika Top berjualan kacang goreng, ia menjual kacang dengan harga standar seperti kebanyakan penjual kacang lainnya,  namun kacang gorng buatan Top memiliki cita rasa yang khas dan unik sehingga banyak konsumen yang menyukai produknya dan menjadi pelanggannya.
  3. Place: Strategi penjualan ini mengacu pada tempat produk tersebut dipasarkan, dapat dilihat dari: Pertama, ketika Top menjual produk kacang gorengnya di depan mall dimana tempat itu merupakan tempat yang strategis untuk berjualan karna banyak pengunjung mall yang berlalu-lalang melewati tempat tersebut. Kedua, ketika Top menjual produk rumput lautnya di salah satu minimarket yang cukup diminati banyak konsumen yakni 7-eleven.
  4. Promotion: Strategi promosi yang dilakukan oleh Top adalah dengan menjual rumput laut di sebuah mini market yang cukup banyak diminati oleh masyarakat. Top memilih tempat tersebut sebagai tempat promosi produknya agar produk yang ia jual dapat lebih dikenal masyarakat luas. Selain itu, Top juga membuat inovasi yang menarik pada kemasan produk agar pelanggan tertarik untuk membeli rumput laut yang ia jual.

Kaitan Film Billionaire dengan Psikologi:
Dengan ditemukan dan dikembangkannya ilmu psikologi, diketahui bahwa unsur SDM ternyata merupakan yang terpenting dari ketiga modal kerja perusahaan manapun. Pasalnya, ilmu psikologi yang memang berpusat pada manusia, mampu mengintervensi berbagai faktor internal manusia seperti motivasi, sikap kerja, keterampilan, dsb dengan berbagai macam teknik dan metode, sehingga bisa dicapai kinerja SDM yang setinggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan.
Hubungannya dalam film tersebut adalah usaha yang dilakukan Top Ittipat dalam mencintai sebuah bidang usaha dan kerja kerasnya dalam berbisnis. Top Ittipat mampu mengembangkan dan mengeksplor tenaga dan kemampuannya dalam berbisnis dengan berbagai teknik, metode, dan ide ide menarik yang ia tonjolkan. Dengan demikian dia telah menjadi sumber daya manusia yang berbakat dalam mengembangkan usahanya.

·      Kelebihan:
Karena film ini merupakan kisah nyata, film ini begitu inspiratif karena memotivasi seseorang untuk terus berusaha dalam usaha yang sedang dijalani.
·      Kekurangan:
Jangan sampai keinginan yang kuat untuk berbisnis itu membuat kita mengorbankan pendidikan yang wajib kita tempuh.

Nama Kelommpok:
1. Asma Amalia Karimah            (11512211)
2. Bening Koesuma Andanari     (18512375)
3. Dila Fadilah                             (12512107)
4. Rikzan Akbar                           (15612384)
5. Zulaicha Rahma Fadhila          (18512030)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar