Total Tayangan Halaman

Senin, 21 April 2014

Kesehatan Mental (Tugas 2)



  Kita semua pernah mengalami stres. Tetapi sebenarnya stres tidak selalu jelek. Stres dalam tingkat yang sedang itu perlu untuk menghasilkan kewaspadaan dan minat pada tugas yang ada, dan membantu orang melakukan penyesuaian. Stres yang jelek adalah stres yang terlalu kuat dan bertahan lama. Stres ini bisa mengganggu jasmani maupun rohani. Misalnya siswa yang mengalami stres terus menerus karena tuntutan belajar yang terlalu berat dan tidak sesuai dengan kemampuan.

    Stres yang terus menerus bisa juga timbul karena polusi udara dan kebisingan, kepadatan dan kemacetan lalu lintas, tindak kejahatan, beban kerja yang berlebihan. Stres berat juga bisa dialami seseorang karena kehilangan orang yang dicintai dalam kecelakaan atau bencana alam.

  • Pengertian Stres

        J. P. Chaplin dalam Kamus Lengkap Psikologi mendefinisikan stres sebagai satu keadaan tertekan, baik secara fisik maupun psikologis. Hal senada diungkapkan dalam Atkinson (1983), stres terjadi ketika orang dihadapkan dengan peristiwa yang mereka rasakan sebagai mengancam kesehatan fisik maupun psikologisnya. Keadaan sosial, lingkungan, dan fisikal yang menyebabkan stres dinamakan stresor. Sementara reaksi peristiwa tersebut dinamakan respon stres, atau secara singkat disebut stres.

       Menurut Lazzarus 1999 (dalam Rod Plotnik 2005: 481) “Stres adalah rasa cemas atau terancam yang timbul ketika kita menginterpretasikan atau menilai suatu situasi sebagai melampaui kemampuan psikologis kita untuk bisa menanganinya secara memadai.

  • Karakteristik Peristiwa Stres
        
        Sumber stres dapat berbeda-beda pada masing-masing individu, dan biasanya tampil dalam bentuk motif atau keinginan yang bertentangan. Berikut ini dikemukakan beberapa peristiwa yang merupakan sumber stres:

1)    Peristiwa Traumatik

Peristiwa traumatis adalah situasi bahaya di luar rentang pengalaman manusia yang lazim. Contoh: bencana alam, kecelakaan yang mengerikan, penyerangan fisik.

2)   Peristiwa yang tidak dapat dikendalikan

Peristiwa besar yang tidak dapat dikendalikan misalnya, kehilangan karena meninggalnya orang yang dicintai atau terserang penyakit serius. Sedang peristiwa ringan yang tidak dapat dikendalikan misalnya, tidak mendapatkan maaf dari teman, terlambat dalam suatu acara karena kemacetan lalu lintas, atau keberangkatan tertunda karena tiket pesawat habis. Salah satu alasan mengapa peristiwa yang tidak dapat dikendalikan itu menyebabkan stres adalah karena orang tidak mampu mengontrol terjadinya peristiwa itu.


  • Coping Stress

          Emosi dan rangsangan fisiologis yang ditimbulkan oleh situasi stres, sangat tidak nyaman. Ketidak-nyamanan tersebut memotivasi individu untuk melakukan sesuatu guna menghilangkannya. Proses yang ditempuh seseorang untuk menghadapai tuntutan yang menimbulkan stres dinamakan coping (kemampuan mengatasi masalah). Coping memiliki dua bentuk utama, yaitu:

1)    Strategi Terfokus Masalah

Strategi Terfokus Masalah atau disebut juga Problem Focus Coping, yaitu upaya seseorang untuk memfokuskan perhatian pada masalah atau situasi spesifik yang telah terjadi, sambil mencoba menemukan cara untuk mengubahnya atau menghindarinya.
Strategi yang dapat ditempuh untuk memecahkan masalah antara lain menentukan masalahnya, mencari pemecahan alternatif, menimbang-nimbang alternatif tersebut, dan memilih salah satunya dan mengimplementasikannya.

2)   Strategi Terfokus Emosi

Strategi Terfokus Emosi atau disebut juga Emotional Focus Coping, yaitu upaya untuk mencegah emosi negatif menguasai diri seseorang atau mencegah terjadinya masalah yang tidak dapat dikendalikan. Sebagian peneliti telah membagi cara-cara mengatasi emosi negatif menjadi strategi perilaku dan strategi kognitif (Moss, 1998 dalam Atkinson 1993:379)

a.    Strategi Perilaku, misalnya latihan fisik untuk beralih dari masalah. Seperti mencari kesibukan dengan berolahraga, berkumpul bersama teman-teman.

b. Strategi Kognitif, dilakukan antara lain dengan menyingkirkan untuk sementara pikiran tentang masalah tersebut, misalnya memutuskan untuk tidak mengkhawatirkan masalah tersebut. Strategi kognitif sering kali membutuhkan penilaian ulang terhadap situasi.

    Penelitian-penelitian lain mengklasifikasikan strategi-terfokus-emosi secara berbeda, menjadi:

a.    Strategi perenungan (rumanative strategies)

Strategi ini dilakukan antara lain dengan cara mengisolasi diri untuk merenungkan betapa buruknya perasaan kita, menguatirkan konsekuensi peristiwa stres, atau keadaan emosional kita, atau membicarakan berulang kali betapa buruknya segala sesuatu, tanpa mengambil tindakan untuk mengubahnya.

b.    Strategi pengalihan (distraction strategies)

Strategi ini ditempuh antara lain dengan melibatkan diri dalam aktivitas yang menyenangkan, dan mengingatkan perasaan kendali kita, misalnya melakukan kegiatan berolah raga yang menyenangkan, bermain dengan anak-anak, dll. Tujuan dari strategi pengalihan adalah menjauhkan diri dari pikiran negatif dan mendapatkan kembali rasa mampu menguasai masalah.

c.    Strategi penghindaran negatif (negative avoidant strategies)

Strategi ini adalah aktivitas yang dapat mengalihkan kita dari mood, tetapi berbeda dari strategi pengalihan. Bedanya adalah bahwa strategi pengalihan negatif merupakan aktivitas beresiko yang mungkin malah memperberat mood.


  • Kepribadian Sehat, menurut:


1)   Carl Rogers

    Teori Carl Rogers berkembang dari pendekatannya terhadap psikoterapi dan perubahan perilaku yang berpusat pada klien. Ia yakin bahwa kekuatan dasar yang memotivasi manusia adalah kecenderungan untuk beraktualisasi suatu kecenderungan ke arah pemenuhan atau aktualisasi semua potensi atau kapasitas organisme. Rogers tidak menolak adanya kebutuhan lain misalnya kebutuhan biologis, tetapi semua kebutuhan itu terarah pada motivasi untuk mengaktualisasikan dirinya. Keyakinan ini mendorong dia untuk menjadikan aktualisasi diri sebagai dasar terapi yang dilakukannya yakni terapi yang terpusat pada klien (client-centered). Metode terapi ini didasarkan pada pendapat bahwa semua individu memiliki motivasi dan kemampuan untuk berubah.

    Diri atau konsep diri penting dalam teori ini. Diri itu mencakuo semua ide, persepsi dan nilai-nilai yang mengarakterisasi “saya” atau “aku” dan ini mencakup “siapa saya” dan “apa yang dapat saya lakukan”. Selanjutnya diri dan konsep diri memengaruhi persepsi seseorang tentang dunia dan perilakunya. Diri yang lain dalam teori Rogers adalah diri ideal, yaitu konsep diri seperti yang diinginkan oleh seorang individu.

2)  Gordon W. Allport

   Allport mendefinisikan kepribadian sebagai organisasi dinamis dari sistem psikofisik seseorang yang menentukan perilaku dan pikiran dari orang tersebut. Orang yang sehat secara psikologis kebanyakan termotivasi oleh proses yang disadari; mempunyai perluasan atas rasa tentang diri; berhubungan dengan penuh kasih sayang dengan orang lain;  menerima diri mereka apa adanya; mempunyai persepsi realistis mengenai dunia; serta memiliki wawasan, humor, dan filosofi kehidupan yang menyeluruh. Allport mendukung suatu posisi yang proaktif, yaitu penekanan pandangan bahwa manusia mempunyai kemampuan yang besar atas kontrol yang sadar mengenai hidup mereka.

  Dalam struktur kepribadian, Allport membedakan antara sifat umum dan sifat individual. Sifat umum adalah karakteristik yang umumnya dimiliki oleh banyak orang, sifat ini dapat bermanfaat untuk membandingkan satu orang dengan yang lainnya. Sifat individual (disposisi personal) adalah sesuatu yang khusus dimiliki seseorang dan mempunyai kapasitas untuk mengartikan stimulus yang berbeda, yang setara secara fungsional, serta untuk memulai dan mengarahkan perilaku. Tiga tahapan disposisi personal adalah:
a.     Disposisi pokok, yang hanya dimiliki oleh beberapa orang dan yang snagat jelas, sehingga tidak dapat disembunyikan
b.      Disposisi sentral, 5-10 karakteristik yang membuat seseorang menjadi khas (unik)
c.  Disposisi sekunder, yang lebih tidak dapat dibedakan, namun terdapat dalam jumlah yang lebih banyak dibanding disposisi sentral.


Sumber:
Feist, J & Feist, G. (2013). Teori Kepribadian (Theoriesof Personality) Edisi 7.
Jakarta: Salemba Humanika

Basuki, Heru. A. M. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Gunadarma

Senin, 24 Maret 2014

Kesehatan Mental



Konsep Kesehatan

Menurut Undang-Undang RI. No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup secara produktif secara sosial dan ekonomi.
Menurut WHO, kesehatan adalah kondisi dinamis meliputi kesehatan jasmani, rohani, sosial, dan tidak hanya terbebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan. Dikatakan sehat secara fisik adalah orang tersebut tidak memiliki gangguan apapun secara klinis. Fungsi organ tubuhnya berfungsi secara baik, dan dia memang tidak sakit. Sehat secara mental/psikis adalah sehatnya pikiran, emosional, maupun spiritual dari seseorang. Ada suatu kasus seseorang yang memeriksakan kondisi badannya serba tidak enak, akan tetapi secara klinis/hasil pemeriksaan dokter menunjukan bahwa orang tersebut tidak sakit, hal ini bisa disebabkan karena orang tersebut mengalami gangguan secara mental/psikis yang mempengaruhi keadaan fisiknya. Contoh orang yang sehat secara mental adalah tidak autis, tidak stress, tidak mengalami gangguan jiwa akut, tidak mempunyai masalah yang berhubungan dengan kejiwaan, misalnya kleptomania, psikopat, dan lain-lain. Penderita penyakit hati juga merupakan contoh dari orang yang tidak sehat mentalnya, karena tidak ada seorang dokter bedah jantung sekalipun yang bisa menghilangkan poenyakkit ini dengan peralatan bedahnya.
Sedangkan dikatakan sehat secara sosial adalah kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan lingkungan di mana ia tinggal. Contoh orang yang tidak sehat sosial diantaranya adalah seorang Wanita Tuna Susila (WTS). Kemudaian orang dengan katagori sehat secara ekonomi adalah orang yang produktif, produktifitasnya mengantarkan ia untuk bekerja dan dengan bekerja ia akan dapat menunjang kehidupan keluarganya.

Sejarah Perkembangan Kesehatan

Setelah Perang Dunia II, perhatian masyarakat mengenai kesehatan jiwa semakin bertambah. Kesehatan mental bukan suatu hal yang baru bagi peradaban manusia. Pepatah Yunani tentangmens sana in confore sano merupakan satu indikasi bahwa masyarakat di zaman sebelum masehi pun sudah memperhatikan betapa pentingnya aspek kesehatan mental. Yang tercatat dalam sejarah ilmu, khususnya di bidang kesehatan mental, kita dapat memahami bahwa gangguan mental itu telah terjadi sejak awal peradaban manusia dan sekaligus telah ada upaya-upaya mengatasinya sejalan dengan peradaban. Untuk lebih lanjutnya, berikut dikemukakan secara singkat tentang sejarah perkembangan kesehatan mental.

Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental

Seperti juga psikologi yang mempelajari hidup kejiwaan manusia, dan memiliki usia sejak adanya manusia di dunia, maka masalah kesehatan jiwa itupun telah ada sejak beribu-ribu tahun yang lalu dalam bentuk pengetahuan yang sederhana. Beratus-ratus tahun yang lalu orang menduga bahwa penyebab penyakit mental adalah syaitan-syaitan, roh-roh jahat dan dosa-dosa. Oleh karena itu para penderita penyakit mental dimasukkan dalam penjara-penjara di bawah tanah atau dihukum dan diikat erat-erat dengan rantai besi yang berat dan kuat. Namun, lambat laun ada usaha-usaha kemanusiaan yang mengadakan perbaikan dalam menanggulangi orang-orang yang terganggu mentalnya ini. Philippe Pinel di Perancis dan William Tuke dari Inggris adalah salah satu contoh orang yang berjasa dalam mengatasi dan menanggulangi orang-orang yang terkena penyakit mental. Masa-masa Pinel dan Tuke ini selanjutnya dikenal dengan masa pra ilmiah karena hanya usaha dan praksis yang mereka lakukan tanpa adanya teori-teori yang dikemukakan.
Masa selanjutnya adalah masa ilmiah, dimana tidak hanya praksis yang dilakukan tetapi berbagai teori mengenai kesehatan mental dikemukakan. Masa ini berkembang seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan alam di Eropa. Dorothea Dix merupakan seorang pionir wanita dalam usaha-usaha kemanusiaan berasal dari Amerika. Ia berusaha menyembuhkan dan memelihara para penderita penyakit mental dan orang-orang gila. Sangat banyak jasanya dalam memperluas dan memperbaiki kondisi dari 32 rumah sakit jiwa di seluruh negara Amerika bahkan sampai ke Eropa. Atas jasa-jasa besarnya inilah Dix dapat disebut sebagai tokoh besar pada abad ke-19.
Tokoh lain yang banyak pula memberikan jasanya pada ranah kesehatan mental adalah Clifford Whittingham Beers (1876-1943). Beers pernah sakit mental dan dirawat selama dua tahun dalam beberapa rumah sakit jiwa. Ia mengalami sendiri betapa kejam dan kerasnya perlakuan serta cara penyembuhan atau pengobatan dalam asylum-asylum tersebut. Sering ia didera dengan pukulan-pukulan dan jotosan-jotosan, dan menerima hinaan-hinaan yang menyakitkan hati dari perawat-perawat yang kejam. Dan banyak lagi perlakuan-perlakuan kejam yang tidak berperi kemanusiaan dialaminya dalam rumah sakit jiwa tersebut. Setelah dirawat selama dua tahun, beruntung Beers bisa sembuh.
Di dalam bukunya A Mind That Found Itself, Beers tidak hanya melontarkan tuduhan-tuduhan terhadap tindakan-tindakan kejam dan tidak berperi kemanusiaan dalam asylum-asylum tadi, tapi juga menyarankan program-program perbaikan yang definitif pada cara pemeliharaan dan cara penyembuhannya. Pengalaman pribadinya itu meyakinkan Beers bahwa penyakit mental itu dapat dicegah dan pada banyak peristiwa dapat disembuhkan pula. Oleh keyakinan ini ia kemudian menyusun satu program nasional, yang berisikan:
1.      Perbaikan dalam metode pemeliharaan dan penyembuhan para penderita mental.
2.     Kampanye memberikan informasi-informasi agar orang mau bersikap lebih inteligen dan lebih human atau berperikemanusiaan terhadap para penderita penyakit emosi dan mental.
3.     Memperbanyak riset untuk menyelidiki sebab-musabab timbulnya penyakit mental dan mengembangkan terapi penyembuhannya.
4.     Memperbesar usaha-usaha edukatif dan penerangan guna mencegah timbulnya penyakit mental dan gangguan-gangguan emosi.

William James dan Adolf Meyer, para psikolog besar, sangat terkesan oleh uraian Beers tersebut. Maka akhirnya Adolf Meyer-lah yang menyarankan agar Mental Hygiene dipopulerkan sebagai satu gerakan kemanusiaan yang baru. Dan pada tahun 1908 terbentuklah organisasiConnectitude Society for Mental Hygiene. Lalu pada tahun 1909 berdirilah The National Committee for Mental Hygiene, dimana Beers sendiri duduk di dalamnya hingga akhir hayatnya.

Teori Kepribadian Sehat, menurut:

a) Psikoanalisa

Teori kepribadian dengan pendekatan psikodinamika sangat dipengaruhi oleh Sigmund Freud (1856-1939), Bapak Psikoanalisa yang sangat terkenal. Aliran ini melihat dari sisi negatif individu, masa lalu, analisis mimpi (jalan istimewa menuju ketidaksadaran), dan juga alam bawah sadar, yang tersusun dari 3 sistem pokok yaitu: id, ego, dan superego.
  • Id: Merupakan sistem kepribadian yang asli dan merupakan sumber energi utama bagi hidup manusia. Id merupakan rahim tempat ego dan superego berkembang. Freud menyebut id “kenyataan psikis yang sebenarnya”, karena id mempresentasikan dunia batin pengalaman subjektif dan tidak mengenal kenyataan objektif. Id terdiri dari dorongan-dorongan biologis dasar seperti kebutuhan makan, minum, seks, dan agresifitas. Dalam Id terdapat dua jenis energi yang saling bertentangan dan sangat mempengaruhi kehidupan individu, yaitu insting kehidupan dan insting mati. Dorongan-dorongan dalam Id selalu ingin dipuaskan, dan dalam pemuasannya Id selalu berupaya menghindari pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan (prinsip kesenangan atau Pleasure Principle).
  • Ego: Ego merupakan energi yang mendorong untuk mengikuti prinsip kenyataan. Ego menjalankan fungsi pengendalian agar upaya pemuasan dorongan Id itu realistis atau sesuai dengan kenyataan. Misalnya orang yang lapar harus mencari, menemukan, dan memakan makanan sampai tegangan karena merasa lapar dapat dihilangkan.
  • Superego: Sistem kepribadian ketiga dan yang terakhir dikembangkan adalah superego. Superego adalah gambaran kesadaran akan nilai-nilai dan moral masyarakat yang ditanamkan oleh adapt istiadat, agama, orangtua, guru, dan orang lain kepada anak. Karena itu pada dasrnya superego adalah hati nurani seseorang yang menilai benar atau salahnya tindakan seseorang. Itu berarti superego mewakili nilai-nilai ideal dan selalu berorientasi pada kesempurnaan.

Freud juga membagi aktivitas mental individu dalam beberapa tingkatan berdasarkan sejauh mana individu menyadari gejala-gejala psikis yang timbul, yaitu: Tingkat sadar atau kesadaran (conscious level)

Pada tingkat ini aktivitas mental dapat disadari setiap saat seperti berpikir, persepsi, dan lain-lain.
1. Tingkat prasadar (preconscious level)
Pada tingkat ini aktivitas mental dan gejala-gejala psikis yang timbul bias disadari hanya apabila individu memperhatikannya, misalnya memori, pengetahuan-pengetahuan yang telah dipelajari, dan lain-lain.

2. Tingkat tidak disadari (unconscious level)
Pada tingkat ini aktivitas mental dan gejala-gejala psikis tidak disadari oleh individu. Gejala-gejala ini muncul misalnya dalam dorongan-dorongan immoral, pengalaman-pengalaman yang memalukan, harapan-harapan yang irasional, dorongan-dorongan seksual yang tidak sesuai dengan norma masyarakat, dan lain-lain.

3. Tingkat tidak disadari inilah yang merupakan objek studi psikoanalisa. Dikatakan Freud pada tahun 1942: “tujuan utama psikoanalisa sebenarnya tidak lebih dari mencapai dan dapat mengungkap kehidupan mental yang tidak disadari”. Teori Freud sendiri kemudian banyak mengalami perkembangan baik oleh dirinya sendiri maupun oleh para pengikutnya seperti: Alfred Adler, Karen Horney, Erich Fromm, dan lain-lain. Perubahan penting yang dilakukannya sendiri adalah konsep libido. Awalnya libido dianggap berasal dari dorongan seksual semata, tetapi akhirnya Freud berpendapat bahwa libido merupakn dorongan kehidupan yang jauh lebih luas daripada dorongan seksual semata. Karen Horney dan Erich Fromm menekankan pentingnya pengaruh lingkungan social terhadap perkembangan kepribadian individu.

Jadi dapat disimpulkan bahwa menurut aliran psikoanalisa manusia bersifat terbatas, yaitu mengabaikan potensi-potensi yang dimiliki manusia. Manusia dilihat dari sisi sakit, yaitu bahwa kodrat manusia bersifat negatif (neurotics dan psikotis), dan juga kodrat manusia digambarkan pesimistis, yaitu manusia adalah korban dari tekanan-tekanan biologis dan juga konflik-konflik pada masa kanak-kanak.

    b)    Behavioristik

Behaviorisme merupakan sebuah aliran dalam psikologi yang didirikan oleh J.B.Watson. Sama halnya dengan psikoanalisis, behaviorisme juga merupakan aliran yang revolusioner, kuat dan berpengaruh serta memiliki akar sejarah yang cukup dalam. Selain Watson ada beberapa orang yang dipandang sebagai tokoh behaviorsime, diantaranya adalah Ivan Pavlov, E.L. Thorndika, B.F. Skinner, dll. Namun demikian bila orang berbicara kepribadian atas dasar orientasi behevioristik maka nama yang senantiasa disebut adalah Skinner mengingat dia adalah tokoh behaviorisme yang paling produktif dalam mengemukakan gagasan dan penelitian, paling berpengaruh, serta paling berani dan tegas dalam menjawab tantangan dan kritik-kritik atas behaviorisme (Koeswara, 2001 : 69).
Paradigma yang dipakai untuk membangun teori behavioristik adalah bahwa tingkah laku manusia itu fungsi stimulus, artinya determinan tingkah laku tidak berada di dalam diri manusia tetapi bearada di lingkungan (Alwisol,2005 : 7). Pavlov, Skinner, dan Watson dalam berbagai eksperimen mencoba menunjukkan betapa besarnya pengaruh lingkungan terhadap tingkah laku. Semua tingkah laku termasuk tingkah laku yang tidak dikehendaki, menurut mereka, diperoleh melalui belajar dari lingkungan.
Prinsip-Prinsip Teori Behaviorisme:
  •    Obyek psikologi adalah tingkah laku.
  •    Semua bentuk tingkah laku di kembalikan pada reflek.
  •    Mementingkan pembentukan kebiasaan.

     c)    Humanistik

Istilah psikologi humanistik (Humanistic Psychology) diperkenalkan oleh sekelompok ahli psikologi yang pada awal tahun 1960-an bekerja sama di bawah kepemimpinan Abraham Maslow dalam mencari alternatif dari dua teori yang sangat berpengaruh atas pemikiran intelektual dalam psikologi. Kedua teori yang dimaksud adalah psikoanalisis dan behaviorisme. Maslow menyebut psikologi humanistik sebagai “kekuatan ketiga” (a third force).
Meskipun tokoh-tokoh psikologi humanistik memiliki pandangan yang berbeda-beda, tetapi mereka berpijak pada konsepsi fundamental yang sama mengenai manusia, yang berakar pada salah satu aliran filsafat modern, yaitu eksistensialisme. Manusia, menurut eksistensialisme adalah hal yang mengada-dalam dunia (being-in-the-world), dan menyadari penuh akan keberadaannya (Koeswara, 2001 : 113).
Eksistensialisme menolak paham yang menempatkan manusia semata-mata sebagai hasil bawaan ataupun lingkungan. Sebaliknya, para filsuf eksistensialis percaya bahwa setiap individu memiliki kebebasan untuk memilih tindakan, menentukan sendiri nasib atau wujud dari keberadaannya, serta bertanggung jawab atas pilihan dan keberadaannya.Psikologi humanistik dapat dimengerti dari tiga ciri utama, yaitu:
  • Psikologi humanistik menawarkan satu nilai yang baru sebagai pendekatan untuk memahami sifat dan keadaan manusia.
  • Psikologi humanistik menawarkan pengetahuan yang luas akan kaidah penyelidikan dalam bidang tingkah laku manusia.
  • Psikologi humanistik menawarkan metode yang lebih luasakan kaidah-kaidah yang lebih efektif dalam dalam pelaksanaan psikoterapi
       d)     Abraham Maslow

Dalam teori kepribadian sehat menurut Maslow, ada beberapa point yang dijabarkan tentang pendekatan Maslow terhadap kepribadian. Dia percaya bahwa menyelidiki kesehatan psikologis, satu-satunya tipe orang yang dipelajari ialah orang yang sangat sehat. Berikut ini dijelaskan konsep menurut Abraham Maslow kesehatan mental yang meliputi :

Hierarki kebutuhan manusia

Kita didorong oleh kebutuhan-kebutuhan universal yang dibawa sejak lahir yang tersusun dalam suatu tingkat dari yang paling kuat sampai yang paling lemah. Ibarat suatu tangga, kita harus meletakkan kaki pada anak tangga pertama sebelum berusaha mencapai anak tangga kedua, dan seterusnya, sampai kita mampu naik pada tingkat yang paling tinggi. Dan kebutuhan-kebutuhan itu adalah:
1.     Kebutuhan Fisiologis. Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan-kebutuhan yang jelas terhadap makanan, air, udara, tidur, seks dan pemuasan terhadap kebutuhan-kebutuhan itu sangat penting untuk kelangsungan hidup. Dan juga kebutuhan ini merupakan yang terkuat dan sifatnya amat penting dari semua kebutuhan.
2.     Kebutuhan Akan Rasa Aman. Kebutuhan-kebutuhan ini meliputi kebutuhan-kebutuhan akan jaminan, stabilitas, ketertiban, bebas dari ketakutan dan kecemasan. Kebutuhan akan rasa aman juga merupakan kebutuhan untuk mendapatkan perlindungan agar dapat melangsungkan hidup dengan baik.
3.     Kebutuhan Akan Memiliki Cinta dan Kasih. Kebutuhan ini semacam layak untuk mendapatkan rasa cinta dan kasih sayang terhadap orang lain, baik seperti orang tua, kakak, adik, sahabat, ataupun saudara dengan tujuan agar merasakan perasaan memiliki. Kita memuaskan kebutuhan-kebutuhan kita akan cinta dengan membangun suatu hubungan akrab dan penuh perhatian, dan dalam hubungan ini memberi dan menerima cinta adalah sama pentingnya.
4.     Kebutuhan Akan Penghargaan. Yaitu penghargaan yang berasal dari orang lain dan juga terhadap diri sendiri. Penghargaan yang berasal dari orang lain (dari luar) misalnya popularitas ataupun keberhhasilan dalam masyarakat. Ada banyak cara juga supaya orang lain bisa menghargai kita, menurut saya apabila dengan cara yang negatif, kita bisa saja memamerkan serta gengsi kita dengan apa yang kita miliki, seperti mengendarai mobil mewah yang kita miliki, membeli rumah besar, dsb. Kita tidak dapat menghargai diri kita jika kita tidak mengetahui kita apa dan siapa.
5.     Aktualisasi diri. Apabila kita telah memuaskan semua kebutuhan diatas, maka kita didorong oleh kebutuhan yang paling tinggi, yaitu aktualisasi diri. Aktualisasi diri dapat didefinisikan sebagai perkembangan yang paling tinggi dan penggunaan semua bakat kita, pemenuhan semua kualitas dan kapasitas kita. Kita harus bisa menjadi menurut potensi yang kita miliki. Maslow menyebutkan apabila kita dapat memuaskan kebutuhan kita dari tingkat yang rendah, kita masih merasa aman secara fisik maupun emosional, mempunyai rasa memiliki dan juga merasa bahwa kita adalah diri yang berharga. Namun apabila kita gagal dalam tahap aktualisasi diri ini, maka kita akan merasa kecewa, tidak tenang dan tidak puas. Dengan begitu, kita tidak akan berada dalam damai pada diri kita sendiri dan tidak bisa dikatakan bahwa kita sehat secara psikologis.

Kepribadian yang sehat menurut Maslow

Seperti yang disebutkan diatas, menurut Maslow jika tingkat kebutuhan aktualisasi diri tidak dapat terpenuhi, maka kita tidak bisa disebut sebagai manusia yang sehat secara psikologis. Maslow juga menyebutkan bahwa orang yang sehat adalah orang mampu mengaktualisasikan diri mereka dengan baik dan imbang, mereka juga dapat memperhatikan kebutuhan-kebutuhan yang lebih tinggi yaitu memenuhi potensi-potensi yang mereka miliki serta mengetahui dan memahami dunia sekitar mereka. Orang-orang yang mengaktualisasikan diri itu tidak berjuang, tetapi mereka berusaha, Maslow menyebut teori ini dalam “metamotivation”. Ia juga menulis “Motif yang paling tinggi ialah tidak didorong dan tidak berjuang”, itu berarti memang orang yang mampu mengaktualisasikan diri tidak berjuang melainkan berusaha.

Menurut Maslow, syarat untuk mencapai aktualisasi diri adalah memuaskan kebutuhan-kebutuhan yang tadi telah disebutkan, yaitu memuaskan hierarki empat kebutuhan yang ada, diantaranya yang pertama adalah kebutuhan akan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, cinta kasih, serta penghargaan diri. Kebutuhan ini harus terpenuhi sebelum timbul kebutuhan akan aktualisasi diri. Kita juga tidak membutuhkan kebutuhan-kebutuhan tersebut dalam waktu yang sama, akan tetapi dapat membutuhkannya dalam waktu yang berbeda. Hanya kebutuhan yang sangat penting yang akan dirasakan pada saat bersamaan dan dalam setiap momen tertentu.


Sumber:



http://irapermatasari01.blogspot.com/2012/04/teori-kepribadian-sehat-abraham-maslow_23.html 

Sabtu, 25 Januari 2014

Psikologi dan Teknologi Internet

Publikasi Online

Publikasi dalam Bahasa Indonesia diartikan sebagai pengumuman atau penerbitan. Publikasi dapat dilakukan melalui berbagai media, baik media cetak maupun media elektronik. Publikasi dalam bentuk media elektronik salah satunya ialah dengan menggunakan kecanggihan teknologi, yakni internet. Publikasi melalui media internet ini disebut publikasi online. Publikasi online ialah pengumuman atau penerbitan yang dilakukan secara online atau melalui dunia maya. Publikasi online dilakukan untuk memberikan berbagai informasi kepada orang lain melalui media internet. Informasi yang diberikan pun beragam, baik dari segi ekonomi, politik, sosial, budaya dan lain sebagainya.

Publikasi ini ditampilkan dalam bentuk blog, website ataupun melalui social media, seperti twitter, facebook, path dan social media lainnya. Kelebihan memublikasikan informasi secara online atau melalui internet ialah biayanya lebih murah dibandingkan dengan memublikasikan melalui media informasi lainnya, melalui media internet informasi yang kita berikan dapat lebih banyak dibaca oleh orang lain karena  semakin banyaknya pengguna internet, selain itu kemudahan dalam mengakses internet kapan saja dan dimana saja memudahkan pembaca untuk mengakses informasi yang kita publikasikan.

Hal hal yang harus diperhatikan dalam memublikasikan informasi secara online adalah sebagai berikut:
  1. Kata-kata yang dituliskan harus menarik dan mudah dipahami. Kata-kata yang digunakan harus semenarik mungkin agar pengguna internet tertarik untuk membaca informasi yang kita sampaikkan.
  2. Huruf/font yang digunakan mudah dibaca. Huruf atau font harus rapi dan sesuai dengan tema atau informasi yang kita buat. Selain itu, warna dari tulisan atau font tidak boleh sama dengan warna background agar pembaca tidak kesulitan dalam membaca informasi yang kita berikan.
  3. Apabila kita mendapatkan informasi dari orang lain dan kita ingin memublikasikannya dalam dunia maya, kita harus mencantumkan sumber tersebut karena jika tidak, hal yang kita lakukan ini termasuk  pelanggaran atau cybercrime dalam dunia maya yakni plagiarisme.

Untuk informasi serupa, silahkan klik link dibawah ini:

Psikologi dan Teknologi Internet

Etika dalam Penelitian Internet

Menurut sumber http://tugas01-etika-profesi.blogspot.com/ Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata ‘etika’ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti, yaitu: tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak, watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan.

Arti dari bentuk jamak inilah yang melatar-belakangi terbentuknya istilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. Jadi, secara etimologis (asal usul kata), etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan (K.Bertens, 2000).

Etika merupakan suatu ilmu yang membahas perbuatan baik dan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia, sehingga etika dalam penelitian internet dapat diartikan sebagai perbuatan yang dilakukan dalam melakukan penelitian dalam internet.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam etika penelitian dalam internet ialah:
  1. Beneficence and maleficence: Menguntungkan yang dilayani dan tidak merugikan
  2. Justice: Semua orang mempunyai kesempatan untuk mendapat layanan psikologis; psikolog harus tahu bias dirinya dan batas-batas kompetensinya
  3. Informed Consent: Persetujuan dari subjek yang menjalani proses dibidang psikologi yang meliputi penelitian pendidikan/pelatihan/assesment/intervensi psikologi. Persetujuan dinyatakan dalam bentuk tertulis dan ditanda-tangani.
  4. Confidentiality: Konsep dimana seorang peneliti wajib menjaga kerahasiaan data dari subjek penelitian.
Sumber: http://tugas01-etika-profesi.blogspot.com/

Untuk informasi serupa, silahkan klik:
Tika Oktaviani
Windi arini


Psikologi dan Teknologi Internet

Berbagai Hasil Penelitian dan Tekhnik Penelitian Online

  •            Komputer dan Internet Mengubah Ingatan Manusia 

Komputer dan internet mengubah sifat ingatan manusia, demikian kesimpulan penelitian yang dimuat di majalah Science. Penelitian psikologi menunjukkan bahwa jika seseorang diajukan pertanyaan-pertanyaan sulit, mereka akan memikirkan komputer.

Ketika mereka mengetahui bahwa berbagai fakta nantinya akan didapat lewat komputer maka ingatan mereka menjadi tidak begitu baik karena mereka mengetahui dapat mengandalkan sumber lain.

  • Efek Psikologis Facebook bagi Kesehatan Mental 

Beberapa waktu lalu muncul laporan mengenai tanda-tanda orang kecanduan Facebook atau situs jejaring sosial lainnya, misalnya Anda mengubah status lebih dari dua kali sehari dan rajin mengomentari perubahan status teman. Anda juga rajin membaca profil teman lebih dari dua kali sehari meski ia tidak mengirimkan pesan atau men-tag Anda di fotonya.

Laporan terbaru dari The Daily Mail menyebutkan, kecanduan situs jejaring sosial seperti Facebook atau MySpace juga bisa membahayakan kesehatan karena memicu orang untuk mengisolasikan diri. Meningkatnya pengisolasian diri dapat mengubah cara kerja gen, membingungkan respons kekebalan, level hormon, fungsi urat nadi, dan merusak performa mental. Hal ini memang bertolak belakang dengan tujuan dibentuknya situs-situs jejaring sosial, di mana pengguna diiming-imingi untuk dapat menemukan teman-teman lama atau berkomentar mengenai apa yang sedang terjadi pada rekan Anda saat ini.

Kesimpulan:
Jika kita perhatikan, dua penelitian tersebut menjelaskan mengenai dampak negatif dari penggunaan internet. Hal ini dapat terjadi jika kita menggunakan internet secara berlebihan. Seperti penelitian pada nomor 2, dimana internet dapat menyebabkan seseorang kecanduan dalam menggunakan situs jejaring sosial. Secara psikologis, pengguna yang mengalami kecanduan internet biasanya memiliki sifat yang lebih tertutup, karena dia lebih sering berada pada dunianya sendiri dan jarang berinteraksi dengan orang lain. Hal ini tentu saja berdampak pada kehidupan nyata, dimana ia akan menjadi seorang yang lebih mengutamakan kehidupan dalam dunia maya dibandingkan kehidupan nyatanya.

Untuk melihat informasi serupa, silahkan klik:
Tika Oktaviani
Windi Arini

Resensi Buku Berjuta Rasanya

Resensi Buku

Judul Buku            : Berjuta Rasanya
Penulis                   : Tere Liye
Penerbit                : Mahaka Publishing
Halaman                : 205 lembar


Novel ini menceritakan tentang motivasi mengenai cinta dalam kehidupan sehari-hari. Dalam novel ini, terdapat 15 bagian cerita yang memiliki  benang merahnya masing-masing, yaitu Bila Semua Wanita Cantik, Hiks! Kupikir Kau Naksir Aku, Cinta Zooplankton, Cintanometer, Harga Sebuah Pertemuan, Kotak-kotak Kehidupan Andrei, Mimpi-mimpi Laila Majnun, Kutukan Kecantikan Miss-X, LOVE ver 7.0 & MARRIED ver 9.0, Kupu-Kupu Monarch, Joni dan Doni, Lily dan Tiga Pria Itu, Kutukan Kecantikan Miss-X-2, Pandangan Pertama Zalaiva, dan yang terakhir berjudul Antara Kau dan Aku. Namun, dalam tulisan saya kali ini, saya akan menceritakan beberapa bagian  saja dari ke-15 cerita yang ada. Beberapa bagian itu ialah...

©     Bila Semua Wanita Cantik

       Kecantikan adalah hal yang ingiinkan oleh semua wanita. Bagian ini, menceritakan tentang seorang wanita yang memiliki keinginan untuk menjadi wanita yang cantik. Ia selalu berdoa ada keajaiban agar ia menjadi cantik saat ia terbangun dari tidurnya. Doanya terkabul namun tidak seperti yang diinginkan, karena bukan dia yang berubah menjadi cantik, melainkan seluruh wanita lain yang ada di bumi kecuali dia dan sahabatnya. Dia pun kesal karena doanya yang terkabul tidak sesuai dengan keinginannya.
         
          Setelah berbulan-bulan, para pria merasa bosan dengan wanita yang cantik. Dia dan sahabatnya pun mulai diperebutkan oleh pria-pria tampan karena hanya mereka berdua saja yang ‘berbeda’ dengan wanita lainnya. Akibatnya, mereka pun bertengkar karena menyukai pria yang sama. Akhirnya, ia pun berdoa agar semua kembali seperti semula karena ia tidak mau membayar persahabatannya hanya dengan seorang pria tampan.

      Menurut saya, cerita ini mengajarkan kita bahwa cantik itu bersifat relatif. Karena pada dasarnya semua wanita itu cantik tergantung dari sudut pandang mana kita melihat mereka. Sebab,  “seseorang yang mencintaimu karena fisik, maka suatu hari ia juga akan pergi karena alasan fisik tersebut. Seseorang yang menyukaimu karena materi, maka suatu hari ia juga akan pergi karena materi. Tetapi, seseorang yang mencintaimu karena hati, maka ia tidak akan pernah pergi! karena hati tidak pernah mengajarkan tentang ukuran realtif lebih baik atau lebih buruk.

©     Harga Sebuah Pertemuan

        Bab ini mengajarkan bahwa betapa mahalnya harga dari sebuah pertemuan karena dalam cerita ini, seseorang harus membunuh keluarganya hanya untuk bertemu dengan laki-laki yang ia sukai. Ia harus mengorbankan nyawa dari ayah, ibu tiri dan tantenya hanya untuk bertemu dengan orang tersebut. Sampai akhirnya ia pun menyesal karena saat ia membunuh korbannya yang ketiga yaitu tantenya, ia tidak bertemu dengan laki-laki yang ia  sukai, dan ia pun menyadari ia tidak memiliki siapapun sekarang.

Inti dari cerita ini ialah “berkorban untuk seseorang yang kita sukai tidak harus  mengorbankan orang lain.”

©     Kupu-Kupu Monarch

        Hari Monarch ialah hari dimana orang-orang mempercayai jiwa-jiwa yang sudah meninggal akan kembali dalam perwujudan kupu-kupu berwarna kuning. Kupu-kupu itu selalu ada di pemakaman setiap hari Monarch dan menghilang bersamaan dengan tenggelamnya matahari. Hingga sekarang, tidak ada yang mengetahui darimana dan kemana kupu-kupu Monarch tersebut.

         Alkisah, kupu-kupu Monarch tersebut diawali dengan meninggalnya seorang wanita pincang dengan bayi dalam kandungannya yang diabaikan oleh suaminya. Sebelumnya, mereka adalah pasangan yang harmonis, istrinya adalah seorang wanita tercantik di desanya, banyak lelaki yang melamarnya tetapi dia lebih memilih suaminya itu yang hanya seorang petani miskin. Hingga suatu hari, suaminya pun sakit parah. Setelah pengorbanan yang dilakukan istrinya, suaminya malah meninggalkannya. Apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang dikorbankan oleh istrinya itu? Mengapa istrinya bisa berubah menjadi kupu-kupu Monarch?

©     Joni dan Doni

         Bagian ini menceritakakn tentang dua orang yang memiliki nasib yang berbeda.  Dan inti dari cerita dalam bab ini ialah :

“Teman itu penting untuk membagi kisah disaat senang ataupun sedih, karena biarpun saat senang, kalau kita tidak memiliki teman untuk berbagi kita akan merasa sedih, begitupun  sebaliknya, walaupun kita sedang merasa sedih namun kita memiliki teman untuk berbagi, kesedihan itu pun berubah menjadi kesenangan.”

©     Pandangan Pertama Zalaiva

        Ada seorang kakek yang tinggal bersama cucunya bernama Zalaiva. Ia tinggal bersama kakeknya karena orang tuanya bercerai dan meninggalkan Zalaiva bersama kakeknya. Oleh sebab itu, Kakeknya selalu bercerita tentang keindahan cinta, menurut kakeknya:

Cinta itu seperti burung, ia akan membawamu terbang kemana saja. Membuatmu bisa memandang seluruh isi dunia dengan suka cita, bahkan terkadang kau merasa seluruh dunia ini hanya milikmu seorang.”

“Cinta itu menyenangkan seperti musik tetapi cinta sejati akan tetap membuatmu menari meskipun musiknya telah lama berhenti.”

“ Cinta sejati juga seperti hantu. Semua orang membicarakannya, tetapi sedikit sekali yang benar-benar pernah melihatnya.”

“Cinta sejati juga seperti air sungai, sejuk, menyenangkan dan terus mengalir. Mengalir terus ke hilir tidak pernah berhenti. Semakin lama semakin besar karena semakin lama semakin banyak anak sungai yang bertemu. Begitu juga cinta, semakin lama mengalir semakin besar batang perasaannya.”

       Namun, menurut Zalaiva kakeknya itu salah tentang cinta:

Cinta itu tidak seperti air sungai, sejuk dan menyenangkan. Baginya, sekarang cinta lebih seperti moncong meriam. Sesaat lalu melontarkan tinggi sekali hingga ke atas awan, tetapi sekejap kemudian menghujamkannya dalam-dalam ke perut bumi.

“Cinta tidak memberikannya sepasang sayap  indah. Ia bukan hanya tidak bisa terbang sekarang, untuk bergerak sedikitpun terasa menyakitkan sekali.”

“Cinta juga tidak membuat ia merasa memiliki dunia ini, ia justru merasa kehadirannya di dunia sia-sia belaka. Cinta memang lebih mirip hantu, semua orang membicarakannya tetapi sedikit sekali yang benar-benar pernah melihatnya. Dan ketika kau berhasil melihatnya kau lari sungguh ketakutan.”

“Cinta sejati tidak selau seperti musik yang selalu membuatmu menari meskipun sudah lama berhenti. Ia sekarang justru mengharapkan musik itu tidak sedetikpun pernah dimainkan.”

Kakeknya hanya benar mengenai satu hal “Kalian sama sekali tidak memerlukan mata untuk memandang cinta sejatimu. Tidak memerlukan kelopak mata untuk mengenalinya. Ia selalu datang, tak pernah tersesat.”

Itulah yang dapat saya ceritakan. Untuk cerita yang lebih lengkap silahkan baca sendiri yaaa....


©©©Sekian©©©